Just another WordPress.com weblog

Latest

International

RI-AS Kerja Sama Lingkungan Hidup & Perubahan Iklim

Senin, 28 Juni 2010 – 15:09 wib
Fajar Nugraha – Okezone
Presiden SBY dan Presiden Obama di KTT G-20 (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Amerika Serikat menghargai komitmen awal Presiden Yudhoyono pada G-20 di Pittsburgh untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 41 persen pada 2020, serta dukungan Indonesia pada G-20 untuk menghilangkan subsidi bahan bakar fosil.

Dalam upaya mendukung komitmen ini, Perjanjian Kopenhagen, dan tujuan kita bersama menghadapi perubahan iklim, Presiden Obama berkomitmen untuk mengucurkan bantuan senilai USD136 juta untuk tiga tahun dalam bentuk program-program yang mendukung kerja sama lingkungan hidup dan perubahan iklim. Demikian keterangan yang dikirim pihak Kedubes AS kepada okezone, di Jakarta, Senin (28/6/2010).

Kerja sama tersebut termasuk kemitraan Solusi senilai USD119 juta, yang mencakup bidang-bidang kerja sama lingkungan hidup dan perubahan iklim seperti Ilmu Pengetahuan (Science), Kelautan (Oceans), Penggunaan Lahan (Land Use), dan Inovasi (Innovation). SOLUSI dalam bahasa Indonesia juga berarti solusi/penyelesaian.

Program-program yang termaktub dalam SOLUSI adalah perjanjian Tropical Forest Conservation Act ke-dua, Forestry and Climate Support Project (IFACS), Marine and Climate Support Program (IMACS), Clean Energy Development (ICED), dan lain-lain.

AS juga mendukung Indonesia mendirikan Pusat Perubahan Iklim yang akan bekerja secara erat dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat nasional, regional, dan daerah di dalam maupun di luar lingkup pemerintah dan menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebijakan-kebijakan tentang prioritas strategis dalam bidang perubahan iklim, dan menitikberatkan untuk tahap awal pada emisi lahan gambut.

Tidak hanya itu, Amerika juga akan memberikan bantuan bantuan senilai USD7 juta untuk lembaga ini dan USD10 juta untuk proyek-proyek maupun kemitraan-kemitraan yang berkaitan termasuk kemitraan publik-swasta yang fokus untuk mengatasi tantangan yang berhubungan dengan perubahan iklim di Indonesia.

Indonesia dan AS menyambut baik kontribusi Norwegia bagi lembaga ini dan mendorong negara dan lembaga lain untuk ikut dalam pengembangannya. (faj)

Analisis:

Topik lingkungan hidup muncul semakin sering dalam agenda internasional belakangan ini. Peningkatan jumlah populasi manusia semakin pesat, manusia dan segala aktivitasnya baik sosial maupun ekonomi turut berkembang pesat. Populasi global yang sangat cepat  meningkat mengejar standar kehidupan yang lebih tinggi merupakan ancaman potensial terhadap lingkungan hidup. Produksi gas CFC (Chlorofluoocarbon), yang digunakan untuk mesin pendingin, penyejuk ruangan, bahan kimia dan produk industri lainnya, merupakan ancaman besar bagi lapisan ozon, selimut gas yang melindungi bumi dari sinar ultraviolet matahari. CFC berinteraksi secara kimiawi dengan lapisan ozon sehingga menipiskannya. Karbondioksida dan kandungan kimia lainnya terkunci dalam panas dekat pada permukaan bumi dan oleh karena itu menghasilkan pemanasan global, yang disebut efek rumah kaca. Pemanasan global berarti polusi udara yang kemudian menaikan suhu buni sehingga menyebabkan peningkatan permukaan air laut yangmenjadikan ancaman bagi penduduk dunia. Jika keamanan internasional dan ekonomi global adalah dua issue area utama tradisional dalam politik dunia, maka lingkungan hidup telah muncul sebagai issue ketiga.

Lingkungan hidup telah menjadi isu area utama ketiga setelah keamanan internasional dan ekonomi global. Meskipun cenderung bersifat low political issues, lingkungan hidup dan intervensi humanisme mampu membawa pengaruh besar bagi sistem hubungan internasional. Ini memperlihatkan konsep keamanan yang ada saat ini tidak lagi menjelaskan konsep tradisional, tapi lebih kontemporer dan kompleks. Keamanan yang dulunya bersifat militerisme, telah mendapat perluasan makna menjadi keamanan manusia (human security) dan keamanan lingkungan (environmental security). Keterkaitan manusia dengan lingkungan sangat penting dalam menciptakan keamanan dan perdamaian dunia.

Permasalahan yang berkembang kemudian adalah negara maju sering menekan negara berkembang dalam soal pencemaran udara, ternyata negara-negara bagian utara ini menyumbangkan 2/3 emisi di dunia. Sedangkan negara berkembang ikut andil hanya sepertiganya. Meski yang banyak melakukan pencemaran negara adalah negara maju, tapi akibat pencemaran alam itu yang menanggung lebih besar dampaknya adalah negara berkembang. Karena negara berkembang ini terletak sebagian besar di negara tropis yang rawan perubahan iklim dan dana penanggulangan dampak pencemaran itu tidak ada. Dana bantuan negara-negara maju itu adalah untuk melawan perubahan iklim, mengurangi emisi di sektor industri, termasuk polusi akibat lalu lintas, pertanian dan lingkungan.

Dukungan Presiden AS Barrack  Obama terhadap kebijakan yang diambil oleh Indonesia diharapkan dapat menjadi sebuah awal daripada realisasi komitmen bersama dalam hal menanggulangi bahaya Krisis Lingkungan dan dapat diikuti pula oleh negara maju lain untuk turut mendukung atau mensupport negara berkembang, karena masalah lingkungan hidup berdampak global sehingga butuh kerjasama semua baik negara maju atau berkembang, kaya atau miskin. Hal ini untuk mewujdkan Keamanan Global dalam masalah Lingkungan Hidup karena bumi adalah tempat tinggal kita.

Pengaruh Tindakan atau Kebijakan Korea Utara Terhadap Keamanan Global

Tuesday, June 29, 2010 23:15 PM

World

NKorea says it must bolster nuclear capability

The Associated Press, Seoul | Mon, 06/28/2010 11:15 AM | World

North Korea said Monday it must bolster its nuclear capability to cope with “hostile” U.S. policy amid high tension over the deadly sinking of a South Korean warship blamed on Pyongyang.

An international investigation concluded last month that North Korea torpedoed the warship Cheonan near the tense Korean sea border. North Korea flatly denies the allegation and has warned any punishment would trigger war.

“The recent disturbing development on the Korean Peninsula underscores the need for (North Korea) to bolster its nuclear deterrent in a newly developed way to cope with the U.S. persistent hostile policy toward (the North) and military threat toward it,” the North’s Foreign Ministry said in a statement.

The statement, carried by the official Korean Central News Agency, didn’t elaborate how North Korea would strengthen its nuclear capability.

North Korea cites the threat of a nuclear attack from the U.S. as a main reason behind its drive to build atomic weapons. Pyongyang – which is believed to have enough weaponized plutonium for at least a half-dozen weapons – conducted its first nuclear test in 2006, drawing international condemnation and U.N. sanctions.

The warning came after top world leaders at a G-8 meeting near Toronto criticized North Korea over its nuclear program. The leaders also condemned the attack that led to the sinking of the warship Cheonan but didn’t explicitly blame North Korea for it.

Backed by the U.S. and other countries, South Korea has taken its own punitive measures against North Korea, including trade restrictions. The North reacted angrily, declaring it was cutting off ties with Seoul and threatening to attack.

South Korea has taken the issue to the U.N. Security Council to seek punishment for North Korea.

Analisis:

Tindakan terbaru Korea Utara ini memicu peningkatan ketegangan di Asia timur laut dan mengancam keamanan dan stabilitas kawasan Asia dan diperkirakan dapat memunculkan negara-negara berkembang dengan persenjataan nuklir kembali mengancam dunia.

tindakannya yang terus menerus melakukan pengayaan dan uji coba nuklir tanpa mengindahkan perjanjian-perjanjian internasional, resolusi dari PBB hingga sanksi – sanksi ekonomi yang dilakukan kepada Korut, bisa diartikan bahwa Korut memaksa lingkungan internasional, dengan ancaman uji coba nuklirnya, untuk melakukan sesuatu terhadap negaranya, apakah itu berupa sebuah bantuan atau imbalan atau malah sebuah sanksi yang dikenakan terhadapnya.

Tindakan yang dilaksanakan telah merujuk pada Piagam PBB 1945, dari mulai proses perundingan, pemeriksaan, hingga mengeluarkan resolusi yang berisi ancaman, tindak paksaan bila tidak segera menghentikan program nuklir yang dianggap mengacam perdamaian dunia.

Sanksi yang diberikan, ada pada empat bidang utama, yaitu :

  1. Larangan Transaksi Keuangan Terkait Perdagangan Korea Utara di Weapons of Mass Destruction (WMD) dan Senjata Pemusnah Massal
  2. Lalu Lintas Pelayaran – Mencegah masuknya barang nuklir
  3. Memeriksa Korea Utara Air Cargo
  4. Larangan Keuangan Dukungan untuk Perdagangan dengan Korea Utara Kecuali untuk barang kemanusiaan

Kebijakan atau tindakan Korea Utara tersebut merupakan sebuah ancaman terhadap Keamanan Global jika terjadi perkembangan yang terus menerus. Sebagai sebuah negara yang beradab dan diakui kedaulatannya, Kedaulatan negara sebagai entitas tertinggi merupakan hal yang pokok dan harus dimiliki oleh tiap negara. Selain mempunyai hak atas kedaulatan, negara juga mempunyai kewajiban untuk menjaga hak-hak asasi yang dimiliki oleh warga negaranya. Ketika suatu negara melakukan pelanggaran atas kewajiban itu, pihak internasional berhak melakukan intervensi kemanusiaan atas nama Diplomasi HAM dengan cara-cara damai dan tidak melanggar prinsip-prinsip HAM bagi negara yang bersangkutan.

Upcoming…

2010

  • Jan 15 – The Book of Eli
  • May 7 – Iron Man 2
  • Jun 18 – Jonah Hex
  • Aug 13 – Scott Pilgrim vs. The World

2011

  • Jan 14 – The Green Hornet
  • Mar 4 – Priest
  • May 20 – Thor
  • Jun 3 – X-Men: First Class
  • Jun 17 – Green Lantern
  • Jul 1 – Transformers 3
  • Jul 22 – TFA: Captain America
  • Jul 29 – Cowboys & Aliens

2012

  • May 4 – The Avengers
  • Jun 29 – Star Trek 2
  • Jul 3 – Spider-Man Reboot
  • Jul 20 – Batman 3

Release Dates Unknown

  • Conan
  • Deadpool
  • Ghost Rider 2: Spirit of Vengeance
  • Men in Black 3
  • Sin CIty 2
  • G.I Joe 2
  • Iron Man 3
  • John Carter of Mars
  • Superman Reboot
  • Ant-Man
  • Hancock 2
  • Kick-Ass 2: Balls To The Wall
  • Wanted 3
  • Wolverine 2

Rumored

  • Doctor Strange
  • Iron Fist
  • Nick Fury
  • Silver Surfer
  • Thundercats
  • X-Men Origins: Magneto

Citarum…

CITARUM sebuah nama yang tak asing lagi di telinga masyarakat Jawa Barat (Jabar). Sungai yang terbesar di provinsi ini dulu merupakan salah satu penopang kehidupan bagi penduduk yang berdomisili sekitar aliran sungai.

Mereka memanfaatkan Citarum tidak hanya sebatas pada pemanfaatan airnya saja untuk pertanian, namun lebih dari itu. Bagi mereka Citarum juga sebagai sumber rejeki untuk meraup keuntungan dari kerja kerasnya sebagai nelayan. Ikan yang didapatpun selain untuk konsumsi keluarganya, mereka jual tatkala penghasilan melimpah.

Selain itu, kejernihan airnya serta pepohonan yang rimbun disepanjang sungai memberikan nuansa alam khas alam pedesaan. Kesejukan, kenyamanan dan keindahanpun tercipta secara alamiah.

Keberadaan Citarum sering dijadikan tempat untuk menghibur diri bagi masyarakat sekitarnya disamping kegiatan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan memancing.

Citarum mengairi ratusan ribu hektar sawah dan kebun sayur. Sungai ini menjadi sumber pelepas dahaga penduduk kota besar seperti Bandung dan Jakarta, serta pembangkit listrik tenaga air. Dengan sekitar empat puluh juta orang bergantung pada keberadaannya, menjadikan Citarum sebagai sungai terpenting di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Fakta tentang Citarum:
Sungai Citarum adalah sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sungai Citarum dengan panjang 350 km bersumber dari mata air Gunung Wayang (di sebelah selatan kota Bandung), mengalir ke utara melalui bagian tengah wilayah propinsi Jawa Barat dan bermuara di Laut Jawa.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum seluas 12.000 km2 meliputi 13 wilayah administrasi kabupaten/kota yaitu:

Kota Bandung, Kab.Bandung, Kab.Bandung Barat,
Kab.Bekasi, Kab.Bogor,
Kab.Cimahi, Kab.Cianjur, Kab.Indramayu,
Kab Purwakarta, Kab.Kerawang, Kab Sukabumi, Kab.Subang, Kab.Sumedang

Pemerintah membuat tiga bendungan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sungai ini di antaranya yaitu: PLTA Saguling, PLTA Cirata, dan PLTA Ir. H. Djuanda atau yang dikenal dengan PLTA Jatiluhur.

Berdasarkan Permen PU No.11A Tahun 2006, wilayah sungai Citarum merupakan wilayah sungai lintas Provinsi (Cidanau-Ciujung-Cidurian-Cisadane-Ciliwung-Citarum merupakan wilayah sungai lintas Provinsi Banten-DKI Jakarta-Jawa Barat) yang kewenangan pengelolaannya berada di Pemerintah Pusat.

Total Area: 12.000 KM persegi
Populasi di sepanjang sungai: 10 juta (50% urban)
Populasi yang dilayani:
25 Juta
Tenaga listrik yang dihasilkan: 1400 Mega Watt
Area Irigasi:
240,000 hektar Sumber Suplai Air 80 % penduduk Jakarta (16 m3/s)

Kini sungai Citarum terancam bahaya. Pembangunan ekonomi dan pertumbuhan penduduk telah mengancam kelestarian Citarum. Penebangan hutan di hulu sungai telah menghancurkan ekosistem, mengakibatkan erosi tanah, pendangkalan sungai dan banjir. Masyarakat kota, warga desa dan kalangan industri dengan segala aktivitasnya, telah memperlakukan sungai Citarum sebagai tempat sampah dan pembuangan limbah. Sangat menyedihkan bahwa Citarum saat ini dikenal sebagai salah satu sungai terkotor di dunia.

Awal Mula Bencana

Semua ini bermula ketika jumlah penduduk bertambah, yang berbanding lurus dengan kebutuhan yang terus bertambah. Masyarakat di lereng gunung, utamanya di sekitar hulu Citarum pun membutuhkan lahan untuk tinggal dan mencari nafkah. Tanpa fasilitas yang mendukung dari pemerintah, akhirnya mereka merubah fungsi lahan di daerah hulu.

Lahan yang sebelumnya ditanami pepohonan yang menopang sungai Citarum pun berubah menjadi areal pemukiman dan areal pertanian. Erosi tanah akibat kikisan aliran air akhirnya berwarna cokelat karena membawa jumlah lumpur yang banyak.

Sedikit turun ke hilir, manusia pun melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkan barang kebutuhan mereka di pabrik-pabrik Industri., denan alasan pemangkasan biaya, industri-industri tersebut membuang limbah produksinya langsung ke sungai. Limbah-limbah itu pun mewarnai air sungai.

Ketika pemukiman mulai memadat, masyarakat pun bermetabolisme dengan kebutuhan sehari-hari mereka hingga akhirnya menghasilkan sampah dan limbah (limbah domestik). Cara termurah, tentunya sampah-sampah itu mereka buang ke sungai.

Limbah domestik itu pun mengotori aliran air yang seharusnya bisa digunakan oleh mereka sehari-hari. “Biarkan saja aliran air membawa sampahku,” pikir mereka.

Hasil penelitian lain dari BPLHD Jabar pada tahun yang sama menunjukkan kualitas air Citarum masih dapat digunakan dengan kualitas IV, yaitu hanya untuk penggunaan irigasi. Hal tersebut berarti air sungai Citarum terutama di sekitar waduk Saguling sudah tidak dapat digunakan untuk konsumsi air minum lagi.

Keadaan lingkungan sekitar Citarum telah banyak berubah sejak paruh kedua dasawarsa 1980-an. Industrialisasi yang pesat di kawasan sekitar sungai ini sejak akhir 1980-an telah menyebabkan menumpuknya sampah buangan pabrik-pabrik di sungai ini.

Citarum dan Banjir

Sungai yang dangkal, longsoran tanah akibat alih fungsi lahan, serta padatnya pemukiman di sekitar DAS Citarum nyatanya bisa berakibat banjir. Pusat kota Bandung (Tatar), awalnya adalah Krapyak yang berada di sisi sungai Citarum (sekarang Dayeuh Kolot).

Layaknya sebuah pusat kota, maka Krapyak mengalami peningkatan kepadatan penduduk. Peningkatan pemukiman ini menyebabkan sungai Citarum yang melewati daerah itu mengalami erosi dan sering meluap banjir ketika musim hujan.

Akhirnya pada tahun 1810 pusat kota Bandung dipindahkan ke daerah alun-alun Bandung sekarang di dekat sungai Cikapundung. Apakah permasalahan selesai?

Nyatanya tidak, karena hampir dua abad setelahnya kita masih sering mendengar berita banjir Citarum yang melanda daerah Bale Endah, Dayeuh Kolot, Bojongsiang, dan Majalaya. Semua daerah tersebut berada dalam admistratif Kabupaten Bandung.

Terakhir kali, bulan Februari ini berkali-kali warga Cienteung kecamatan Bale Endah, Bandung harus mengungsi karena luapan sungai Citarum yang melanda daerahnya. Bahkan di beberapa tempat ada bangunan rumah yang runtuh karena tidak kuat menahan luapan sungai.

Kondisi ini tercipta tak lain akibat kontribusi kerusakan lahan terutama di daerah hulu. Praktek teknologi pertanian dan pengelolaan lahan yang tidak ramah lingkungan banyak terlihat di sekitar kawasan hulu. Pertanian kentang yang banyak menyebabkan erosi dapat berakibat terjadinya degradasi lahan dan penurunan kapasitas pengaliran sungai akibat sedimentasi yang tinggi. Penanaman rumput gajah di kawasan puncak Gunung Wayang yang banyak terlihat bukan merupakan pilihan yang tepat terutama untuk kawasan lindung dengan kemiringan terjal. Pemanfaatan rumput gajah sebagai makanan ternak yang murah telah menjadikan alasan mereka untuk mengesampingkan kaidah-kaidah kelestarian alam. Kebutuhan untuk bertahan hidup dan memperoleh penghidupan yang mencukupi telah menjadi faktor utama penentu perilaku masyarakat di sekitar kawasan hulu.

akhirnya sampai kini setiap tahun di musim hujan wilayah Bandung Selatan selalu dilanda banjir, bahkan setiap tahun ketinggian banjir selalu bertambah. Apabila anda berkunjung ke Bandung selatan akan terlihat jelas keadaan Sungai Citarum saat ini.

Selain itu, akibat polusi air limbah pabrik dan banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang ke Sungai Citarum, pencemaran sungai itu saat ini semakin parah, yakni mencapai sekitar 47,1 persen.

Kadar bakteri di Sungai Citarum mencapai 50.000/100 ml, yang berasal dari limbah industri dan limbah domestik dari masyarakat (Sumber Pusair tahun 2006), demikian Ketua Kelompok Kerja Komunikasi Air (K3A), Dine Andriani kepada pers dalam diskusi tentang masalah pencemaran air di Kota Bandung.

Saat ini kondisi Sungai Citarum cukup mengkhawatirkan. Di beberapa edisi surat kabar internasional, menyebutkan Citarum sebagai “Sungai Terkotor di Dunia”. Seperti yang dimuat di International Herald Tribune edisi 5 Desember 2008 dengan judul “ Citarum, The World Dirtiest River” dan The Sun edisi 4 Desember 2009 dengan judul “The Dirtiest River”.

Untuk mencegah timbulnya pencemaran lingkungan dan bahaya terhadap kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya, limbah bahan berbahaya dan beracun harus dikelola secara khusus agar dapat dihilangkan atau dikurangi sifat bahayanya.

Tiada upaya selain berubah, saling bekerjasama untuk melestarikan dan merawat sumber alam yang berharga ini. Untuk Citarum yang lebih baik.

Sumber:

  • http://www.beritabandoeng.com/berita/2010-03/pencemaran-sungai-citarum-sangat-berat/
  • http://www.bplhdjabar.go.id/index.php/bidang-pengendalian/subid-pembinaan-pencemaran
  • http://citarum.org/

sumber tambahan yang terkait:

  • http://www.citarum.org/?q=node/222
  • http://www.inilah.com/berita/politik/2009/12/05/204132/alamak-citarum-sungai-terjorok-di-dunia/

for ICT task…

ECONOMIC, TERRORISM TOP OBAMA’S AGENDA

Lilian Budianto ,  The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Wed, 03/17/2010 10:50 AM  |  World

Although US President Barack Obama will come to Indonesia to launch a wide-ranging partnership with Jakarta, experts said economics and counterterrorism would eventually top the agenda of his bilateral meetings with President Susilo Bambang Yudhoyono.

Siswanto, a researcher with the Indonesian Institute of Sciences (LIPI), said economics and counter-terrorism would top the agenda because the main US interests rested on how to cope with the domestic economic downturn and to woo Indonesia’s support for its unpopular worldwide counterterrorism campaign.

“Indonesia’s largest bargaining chip is its anti-terror campaign and its strategic position connecting the Indian and Pacific Oceans,” he said.

Half of the world’s trade vessels pass through the Malacca Straits, which have become a source of concern because of vulnerability to piracy as well as terrorist attacks. The US depends largely on Indonesia, Malaysia and Singapore for the safety of the Malacca Straits and has sought to cooperate closely with them despite reluctance from Jakarta over sovereignty issues.

“The US is still very interested in making Indonesia’s its military base to address terror and maritime security. They will woo Indonesia for closer security cooperation,” said Siswanto.

Indonesia, home to the largest Muslim population in the world, has become the vanguard of counterterrorism after the splinter group of Jamaah Islamiyah turned the archipelago into their Southeast Asia base to launch terror attacks.

The US has also sought to secure its energy investment in volatile Papua and has expanded its energy investment into other potential oil and gas blocs.

Hashim Djalal, a senior diplomat, said climate change and the environmental agenda might receive a minor highlight because of the lack of urgency compared to the issues on economics or counter-terrorism.

“I, personally, have talked to US diplomats about the importance of further discussions on environmental issues, including how to manage Indonesia’s ocean energy as energy alternative. However, it seems they might be put on the back burner because of preoccupations with other issues,” he said.

Muslim scholar Azyumardi Azra said as both Obama and Yudhoyono were preoccupied with how to improve their declining popularity at home, the meeting could be used to advance cooperation to boost their own interests.

“The US needs more support from Indonesia for counterterrorism worldwide. On the other hand, Indonesia also needs to raise its political profile by engaging more in global issues. Both can work together for their own interests,” he said.

Jakarta and Washington are still engaged in negotiations on biomedical joint research and the revocation of the US training ban on the Indonesian Army’s Special Forces of
Kopassus.  Delegations from Jakarta and Washington have exchanged views but have not set dates for the joint lab or the lifting of the ban to take effect. Training contacts with Kopassus are banned over allegations of involvement in rights abuses.

“We do not necessarily have to reach any deals before or during Obama’s visit because we are looking for cooperation that can mutually benefit both sides,” said former foreign minister and current presidential adviser Hassan Wirajuda.

Washington and Jakarta agreed on biomedical research cooperation last year, following the closure of the US-Indonesia naval joint research of Namru. Namru was closed after Jakarta refused to grant diplomatic immunity to its US staff.

OPINI :

wacana kunjungan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ke Indonesia sudah berhembus sejak akhir tahun lalu, namun kepastian kedatanganya masih belum pasti. Namun dalam pertemuan yang terakhir dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Barack Obama telah mengisyaratkan pada 2010 salah satu agenda dalam pemerintahannya adalah mengunjungi Indonesia.

Dari segi politis makna kunjungan orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut, akan membuat mata komunitas  internasional semakin terbuka terhadap Indonesia. Dan bukan hanya terkenal karena pulau Bali nya, tapi juga dari keanekaragaman budaya, suku bangsa dan agama yang ada tapi juga ekonomi politik. Untuk menerima kedatangan PresidenAmerika tersebut, pastinya dibutuhkan biaya dan persiapan yang cukup matang.

Kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia pada Maret mendatang tidak hanya diisi dengan agenda nostalgia, tetapi juga memuat sederet pembicaraan di bidang ekonomi.

Demetrios J Marantis, Deputi US Trade Representative, menyatakan, kunjungan Obama ke Indonesia bakal mengusung tiga agenda ekonomi. Pertama, mengupayakan perbaikan iklim investasi di Indoneisa. Kedua, meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara melalui kerja sama internasional. Ketiga, mendiskusikan beberapa isu perdagangan bilateral.

Perdagangan bebas China dengan ASEA membuat gusar Amerika Serikat. Negara Paman Sam ini unjuk gigi dengan melansir blok baru perdagangan bebas dalam kerangka Trans Pacific Partnership. Konsep perdagangan bebas inilah yang akan ditawarkan kepada Indonesia dalam kunjungan Presiden Amerika Barack Obama, 20 hingga 22 Maret mendatang.

Ada tiga agenda utama yang diusung Obama dalam kunjungannya ke Indonesia, yaitu mendesak Indonesia memperbaiki iklim investasi, peningkatan kerja sama perdagangan Amerika-Indonesia, dan menawarkan forum kerja sama perdagangan regional Asia Pasific.

Amerika berkeinginan Indonesia masuk dalam blok ekonomi baru yang sedang digodok Gedung Putih. Blok baru dalam kerangka perdagangan bebas itu  bernama Trans Pasific Partnership. Indonesia masih menimbang-nimbang tawaran Amerika tersebut. Sejauh ini kerja sama ekonomi Indonesia dengan Amerika sudah sangat baik. Ini terlihat dari tingginya arus modal masuk dari Amerika ke Indonesia. Ini diamini Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan.

Amerika merasa terancam dengan keberadaan China di ASEAN. Wajar saja karena perdagangan bebas yang dilakukan China dengan ASEAN bisa menggerus keuntungan perdagangan Amerika hingga 25 miliar dolar setiap tahun. Tidak hanya kerugian perdagangan, Amerika pun takut tingkat pengangguran di negaranya meningkat seiring hilangnya pasar produk Amerika di kawasan Asia Pasifik.

Bagi Indonesia sendiri, keberadaan Amerika sangat menguntungkan dari sisi ekspor nonmigas. Pasalnya, pasar ekspor non-migas Indonesia lebih besar ke Amerika dibanding ke China. Ekspor produk nonmigas Indonesia ke Amerika tahun 2009 mencapai 10,5 miliar dolar Amerika. Ada pun ekspor non-migas ke China hanya sebesar 8,9 miliar dolar Amerika.

Selain itu, terkait kepentingan  global AS dan khususnya didunia Islam dimana citra AS sangat merosot. Dalam konteks ini, Indonesia menjadi jembatan strategis untuk membangun  kepercayaan dan citra positif di dunia Islam. Indonesia diharapkan bisa memainkan perannya lebih besar pada isu-isu didunia Islam karena  AS sendiri di dunia Islam masih belum bisa membuktikan adanya perubahan seperti yang diungkapkan  Obama, tragedi Iraq, Afghanistan, Palestina dan beberapa kawasan lainya, AS nyata-nyata menebar mimpi yang ilusif tentang dunia yang damai dan penuh kesetaraan. War on terrorism menjadi strategi efektif untuk  menyeret penguasa dunia Islam membabat setiap apa yang dipandang sebagai hambatan oleh AS atas upaya dominasinya di dunia Islam dengan potensi-potensi strategisnya.

Maka menjadi penting, AS harus memastikan Indonesia menjadi mitra strategis untuk menjembatani Barat  dengan Dunia Islam dalam pola yang AS sebut sebagai ”AS sahabat dunia Islam”. Langkah agresif sudah dilakukan lebih awal oleh Hillary dalam berbagai kunjungan di negara Timur Tengah dan dunia Islam umumnya,  dengan berbagai tawaran empatik misalkan pemerintah AS menyediakan miliaran dolar untuk pendidikan  para pemuda dari dunia Islam yang mau belajar di AS. Tidak cukup sampai disitu, Obama juga mengangkat Farah Pandith sebagai utusan khusus di dunia Islam tentu dengan target AS semakin dekat dan agenda-agenda kapitalisnya dengan taktik soft power yang dicanangkan pemerintahan Obama bisa berjalan mulus.

by: me.

*dari berbagai sumber

Earth Hour 2010

ABOUT EARTH HOUR

Earth Hour started in 2007 in Sydney, Australia when 2.2 million homes and businesses turned their lights off for one hour to make their stand against climate change. Only a year later and Earth Hour had become a global sustainability movement with more than 50 million people across 35 countries participating. Global landmarks such as the, Sydney Harbour Bridge, The CN Tower in Toronto, The Golden Gate Bridge in San Francisco, and Rome’s Colosseum, all stood in darkness, as symbols of hope for a cause that grows more urgent by the hour.

In March 2009, hundreds of millions of people took part in the third Earth Hour. Over 4000 cities in 88 countries officially switched off to pledge their support for the planet, making Earth Hour 2009 the world’s largest global climate change initiative.

EARTH HOUR 2010

Earth Hour 2010 takes place on Saturday 27 March at 8.30pm (local time) and is a global call to action to every individual, every business and every community throughout the world. It is a call to stand up, to take responsibility, to get involved and lead the way towards a sustainable future. Iconic buildings and landmarks from Europe to Asia to the Americas will stand in darkness. People across the world from all walks of life will turn off their lights and join together in celebration and contemplation of the one thing we all have in common – our planet.

EARTH HOUR HISTORICAL  TIMELINE

2004

  • WWF Australia begins to look at new ways to take climate change mainstream after being confronted with serious scientific data
  • WWF Australia meets with advertising agency, Leo Burnett Sydney to discuss ideas for engaging Australians on the issue of climate change

2005

  • A campaign based on hope not fear, and the idea that everyone can take personal responsibility for the future of the planet we live on, is envisioned
  • WWF Australia and Leo Burnett Sydney start developing the concept of a large scale switch off. The project has the working title, “The Big Flick”

2006

  • Leo Burnett is tasked with the challenge of coming up with a campaign name that represents more than simply flicking off lights –Earth Hour is born. The Earth Hour name allows the campaign to broaden the focus from “lights out” to sustainability
  • WWF Australia and Leo Burnett Sydney take the concept of Earth Hour to Fairfax Media asking Fairfax to back the event – they agree
  • Sydney Lord Mayor Clover Moore MP agrees to support
  • Al Gore’s An Inconvenient Truth movie is released bringing worldwide attention to the issue of climate change
  • The Stern Report, which discusses the effects of climate change and global warming on the world economy, is released in October. Words of warning for what lays ahead from an economist – not from a scientist – sends a warning to governments globally about the cost of ignoring the threat of climate change

31 March 2007

  • The inaugural Earth Hour is held in Sydney Australia 7.30pm – 8.30pm, 2.2 million Sydneysiders and 2,100 businesses participate
  • The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) releases a report highlighting the risks of rising temperatures, further highlighting the need for urgent solutions

April 2007

  • Plans are developed to make Earth Hour a national event in Australia, but international interest is high and cities began signing up to the next Earth Hour campaign

29 March 2008

  • Earth Hour is held in 371 cities and towns in more than 35 countries globally at 8pm-9pm. A highly conservative estimate concludes that 50 million people participate. This number could have been as high as 100 million people

28 March 2009

  • Earth Hour held on Saturday March 28 at 8.30pm-9.30pm. Hundreds of millions of people in more than 4,000 cities and towns across 88 countries switched off their lights for one hour, creating a visual mandate for action on climate change effectively kick-starting the world’s first global vote.

July 2009

  • Earth Hour’s Vote Earth campaign releases the Vote Earth symbol calling on citizens of the world to show their vote for Earth over Global Warming.

November 2009

  • Earth Hour’s Vote Earth launches The People’s Orb, a shimmering silver sphere encasing a 350 gigabyte hard drive with video, images and documents representing the hundreds of millions of people who voted Earth to call for action on climate change. A tangible representation of the voice of the world’s people, The People’s Orb relays from Sydney to Copenhagen in the care of a variety of custodians ranging from former heads of state to iconic rock stars.

December 2009

  • Global awareness of climate change soars to unprecedented levels during an historic meeting of 192 nations at the UN Climate Change Conference in Copenhagen, Denmark. Vote Earth campaign culminates on 16th December with Earth Hour Copenhagen. The People’s Orb, is entrusted to UN Chef de Cabinet, Vijay Nambiar to be presented to world leaders. The People’s Orb takes centre stage in the plenary on the final day of the conference alongside UN Secretary-General, Ban Ki-Moon, in front of President of the United States, Barack Obama, Danish Prime Minister Lars Løkke Rasmussen, COP President and Climate Minister Connie Hedegaard and over 100 heads of state.

27 March 2010

  • Earth Hour will be held on Saturday March 27th at 8.30pm-9.30pm wherever you are in the world. This year Earth Hour aims to be the greatest show of action on climate change the world has ever seen. So sign up, turn off your lights and show the world what can be done.
  • It’s Showtime! ;)

http://www.earthhour.org/Homepage.aspx?intro=no

http://www.earthhour.wwf.or.id/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.